Sherlock Holmes

Sosok karakter fiksi Sherlock Holmes. (BBC)

ASIA.COM – Buat kamu penggemar cerita fiksi detektif tentu pernah mendengar istilah ‘consulting detective’ atau detektif konsultan. Istilah diperkenalkan lewat kisah Sherlock Holmes, detektif Inggris era aband 19 karya dari Sir Arthur Conan Doyle.

“Saya adalah satu-satunya detektif konsultan (consulting detective) yang tidak resmi,”  kata Sherlock Holmes di novel “The Sign of the Four” karya Sir Arthur Conan Doyle.

“Saya adalah seorang detektif konsultan. Satu-satunya di dunia. Saya menciptakan pekerjaan ini,”  kata Sherlock Holmes yang diperankan Benedict Cumberbatch di serial televisi BBC “Sherlock” di episode “A Study In Pink”.

Secara makna, konsultan detektif adalah detektif di luar kepolisian yang ahli dalam bidang kriminalistik yang memberi nasehat kepada klien tentang misteri atau kejahatan yang dihadapi atau diminta oleh pihak kepolisian membantu menyelidiki kasus yang rumit.

Namun apakah hal tersebut bisa terjadi di dunia nyata? Adakah orang yang membuka jasa tersebut? Dan yang lebih paling banyak ditanyakan; apakah polisi berkonsultasi dan meminta bantuan orang luar untuk memecahkan kasus kriminal pelik?

Baca Juga: Mengenal Vidocq: Mantan Kriminal Ahli Menyamar yang Akhirnya Menjadi Detektif Swasta Pertama di Dunia

Tidak ada profesi detektif konsultan di dunia nyata

Ilustrasi detektif konsultan.

Ilustrasi penjelasan detektif konsultan atau consulting detective. (Istimewa)

Secara umum, banyak cerita fiksi yang menciptakan satu profesi baru dan terlihat menarik dan mungkin ada di dunia nyata, padahal kenyataan tidak ada. Detektif konsultan adalah salah satunya.

Selain Simbolog (Robert Langdon di novel “The Da Vinci Code” karya Dan Brown), detektif konsultan adalah profesi yang sengaja diciptakan untuk memperkuat karakter untuk menarik minat pembaca fiksi semata.

Karena pada kenyataannya, apa yang dilakukan Sherlock Holmes lebih cocok disebut private investigator atau detektif swasta di dunia nyata, seperti yang dikutip dari situs Investigations.com. Bedanya Sherlock tak menyelidiki kasus perselingkuhan dan memilih kasus yang memiliki nilai misteri yang unik.

Alasan keduanya, di dunia nyata jarang sekali kepolisian menggunakan konsultan terus menerus dari orang luar, terutama dari detektif swasta. Seperti yang diucapkan Watson di episode ‘A Study In Pink’, polisi tidak meminta konsultan dari detektif swasta yang akhirnya dijawab oleh Sherlock Holmes bahwa ia adalah ‘consulting detective’.

Baca Juga: Apakah Profesi Detektif Swasta di Indonesia Sudah Legal? Ini Dia Penjelasannya

Polisi Memang memakai Jasa Konsultan yang Disebut Pakar

Ilustrasi detektif konsultan

Ilustrasi konsultan. (IMDB)

Pihak kepolisian hanya menggunakan konsultan dari luar untuk kasus tertentu dengan konsultan seorang pakar atau ahli tertentu. Sedangkan untuk memakai jasa detektif swasta jarang terjadi.

Polisi memang pernah bekerja sama dengan detektif swasta bila dibutuhkan untuk mengawasi sesuatu, tapi tidak meminta konsultasi.

Kebanyakan konsultan yang dimintai bantuan oleh polisi adalah para ahli atau pakar tertentu. Misalnya pakar ahli deteksi kebohongan atau ahli linguistik untuk kasus ujaran kebencian dari seorang pejabat, atau hepertolog untuk kasus kriminal melibatkan ular atau racun yang tidak dimiliki kepolisian.

Namun semua itu hanya untuk kasus tertentu dan tidak secara terus menerus lantaran kepolisian juga memiliki ahli kasus pembunuhannya sendiri secara internal. Menurut salah satu tim Inafis Bareskrim Polri yang tak disebutkan namanya, polisi hanya menggunakan konsultan bila mereka membutuhkan pandangan dari pihak yang netral di luar kubu penegak atau kubu tersangka.

Lalu bagaimana dengan detektif swasta? Jarang sekali terjadi sekali. Bahkan dalam dunia nyata, kepolisian dan detektif swasta lebih sering bersaing untuk memecahkan kasus.

Baca Juga: “The Life of Private Investigator”, Refleksi Hidup Jubun Jalani Profesi Detektif Swasta di Indonesia

Kisah nyata private investigator yang pernah disewa polisi

Buku The Compete Detective

Buku biografi detektif swasta Raymond Schindler, The Compete Detective karya Rupert Hughes. (Istimewa)

Meski jarang terjadi di dunia nyata, ternyata ada dalam sejarah pihak kepolisian yang meminta bantuan kepada seorang detektif swasta untuk mengungkapkan kasus pembunuhan di New Jersey, Amerika.

Dikutip dari cerita Jim Doherty, seorang polisi dan penulis buku true crime di akun Quora, salah satu detektif swasta yang pernah diminta bantuan polisi dalam sejarah di dunia nyata adalah Raymond Schindler, yang dipanggil dalam suatu kasus pembunuhan anak di New Jersey oleh sheriff setempat pada 2011 lalu.

Dalam buku biografinya “The Compete Detective” yang ditulis Rupert Hughes, Schindler memulai karir detektifnya sebagai agen Burns Agency, kemudian memutuskan untuk bekerja sendiri ketika ia mendirikan Schindler Bureau of Investigation di New York.

Ketika masih bekerja untuk Burns Agency (dia adalah supervisor kantor mereka di NYC saat itu), ia terlibat dalam pembunuhan seorang gadis kecil kulit putih. Pria yang dituduh melakukan pembunuhan seksual yang kejam adalah Thomas Williams, seorang pria kulit hitam yang bekerja sebagai tukang kebun di sekitar wilayah tersebut, dan yang juga seorang mantan narapidana.

Saat itu, Sheriff Wilayah Monmouth, Clarence Hetrick, ragu kalau dia bersalah. Namun, karena memiliki sedikit pengalaman dalam penyelidikan pembunuhan an kriminal. Sehingga ia bekerjasama dengan seorang bankir setempat yang juga yakin Williams tak bersalah, menyewa seorang detektif swasta profesional.

Detektif yang disewa oleh sherif adalah Raymond Schindler, yang akhirnya menemukan pembunuh sebenarnya, membuktikan bahwa Williams tidak bersalah.

Namun kejadiannya sudah lebih dari seabad, dan kepolisian kini memiliki keahlian dan teknologi dalam menyelidiki kasus pembunuhan.

Walaupun di internet banyak sekali mereka yang mengaku sebagai consulting detective, namun prestasi atau kebenaran mereka menjadi konsultan untuk orang lain, menyelidiki kasus kriminal yang rumit, atau diminta bantuan kepolisian tidak pernah terjadi. (Detektif M)