Ilustrasi

ASIA.COM – Dalam dunia fiksi, tidak semua cerita detektif bisa digeneralisasi dengan satu gaya saja. Banyak style lain yang mewarnai perkembangan genre fiksi kriminal-misteri-detektif dari masa ke masa. Salah satunya adalah hard-boiled yang disebut juga genre untuk cerita detektif swasta, dengan tokoh paling ikoniknya Philip Marlowe.

Jika biasanya cerita detektif terpaku pada plot puzzle mystery, genre ini lebih menekankan pada realita sosial dengan bahasa yang lugas, penuh dengan kritik sosial dan nada sinis.

Pada tahun 1894, penulis Inggris Arthur Morrison menciptakan tokoh detektif swasta modern bernama Martin Hewitt. Tokoh ini dianggap sebagai contoh awal dari kisah detektif swasta bergaya modern, meskipun gaya bahasanya masih terpaku pada cerita detektif zaman itu. Namun, keberadaannya tenggelam oleh popularitas Sherlock Holmes.

Pada akhir tahun 1920-an, Al Capone dan kelompok mafia menjadi sorotan dunia. Dunia gelap para mafia, khususnya di Amerika, menyebarkan rasa takut di kalangan masyarakat dan menjadi inspirasi dalam dunia fiksi kriminal. Kisah-kisah ini sering kali memiliki unsur kekerasan seperti penganiayaan dan ketidakadilan yang dialami tokoh utamanya, sebagaimana tercermin dalam beberapa majalah pulp fiction, salah satunya majalah bernama Black Mask. Kehidupan kriminal di jalanan ini disindir oleh para penulis fiksi kriminal pada zaman itu.

Dalam kisah-kisah kriminal bernuansa mafia dan kekerasan tersebut, muncul beberapa tokoh detektif swasta, juga disebut penyelidik swasta atau private investigator (PI). PI kadang disingkat menjadi “Private Eye,” di mana huruf ‘I” terdengar seperti “eye” dalam penyebutannya.

Kebanyakan kisah-kisah ini tidak memiliki unsur misteri. Meski ada tokoh detektifnya, ceritanya lebih berfokus pada bagaimana keadilan ditegakkan kepada mereka yang diperlakukan kasar, digambarkan dengan detail yang jelas.

Baca Juga: Cara Berpikir Kritis Hercule Poirot, Detektif Swasta Fiksi asal Belgia yang Mengandalkan “Sel-sel Kelabu”

Pada tahun 1930-an, novel private eye banyak diadaptasi oleh penulis Amerika. Detektif yang muncul terlihat tangguh dan stylish, seperti Sam Spade atau Nick Charles (Continental OP) yang diciptakan oleh Dashiell Hammett. Kisah detektif ini lebih mengeksplorasi kerasnya kehidupan jalanan dan sistem yang korup dalam pemerintahan Amerika Serikat.

Philip Marlowe, Private Investigator Terikonik

Ilustrasi sosok

Karakter Philip Marlowe terbaru yang diperankan Liam Nesson. (IMDB)

Genre ini semakin dikenal dan mendapat nuansa baru setelah Raymond Chandler menciptakan detektifnya bernama Philip Marlowe pada akhir 1930-an. Chandler memberikan nuansa yang lebih intim pada Philip Marlowe dibandingkan dengan gaya “laporan” seperti yang ditulis oleh Hammet di cerita Continental OP. Dialog Philip Marlowe dalam novelnya terdengar berirama dengan narasi prosa yang indah dan musikal.

Style novel ini akhirnya menjadi subgenre baru dari crime fiction yang disebut “hardboiled.” Genre ini tidak berfokus pada detektifnya, tetapi lebih pada korban kejahatan, gangster, tukang pukul, dan pelaku kriminal lainnya. Novel ini menggunakan gaya bahasa yang dingin, kadang elegan, yang keluar melalui sudut pandang detektif tanpa perasaan.

Genre ini menjadi sangat fenomenal di Amerika, memunculkan gang yang gelap, anggota gangster, wanita-wanita kaya, dan organisasi kriminal. Gaya ini diikuti oleh penulis lain atau penulis serial TV. Detektif tipikal ala Philip Marlowe pun mulai banyak bermunculan, seperti Lew Archer (Ross MacDonald), Mike Hammer (Mickey Spillane), dan lainnya.

Genre ini muncul setelah publik Amerika bereaksi terhadap gaya tulisan novel detektif atau misteri Inggris yang kebanyakan terlalu “cozy.” Maka lahirlah sebuah gaya penulisan baru, American hard-boiled (beberapa juga menyebutnya noir fiction). Penulis seperti Dashiell Hammett (1894–1961), Raymond Chandler (1888–1959), Jonathan Latimer (1906–1983), Mickey Spillane (1918–2006), dan beberapa penulis lain menulis dengan gaya berbeda, sebuah pendekatan baru dalam fiksi kriminal.

Beberapa ciri khas dari para detektif atau private eye (secara individu) dalam novel hard-boiled pada era itu di antaranya:

  1. Detektifnya selalu bekerja sendirian, terkesan penyendiri, dan terlihat sangar. Umurnya antara 35 sampai 45 tahun. Makanan diet favorit mereka adalah telur goreng, kopi hitam, dan rokok. Mereka sering mendatangi klub malam yang suram dengan nuansa musik jazz.
  2. Mereka biasanya peminum berat tetapi selalu waspada dengan sekitarnya dan mampu melawan balik jika diserang tiba-tiba. Mereka selalu membawa pistol dan kadang menembak para kriminal jika diperlukan untuk memecahkan kasus mereka.
  3. Mereka selalu terlihat miskin dan kekurangan uang. Kasus yang mereka tangani kadang terlihat mudah, seperti membuntuti perselingkuhan, namun bisa berubah menjadi kasus yang membingungkan. Mereka terlibat dengan kehidupan jalanan dan gang-gang yang suram serta sering berhubungan dengan wanita muda kaya dan organisasi kriminal.
  4. Detektif hard-boiled kadang selalu bertentangan dengan departemen kepolisian. Mereka terlihat ambisius dalam upaya menyelamatkan Amerika dan melenyapkan semua elemen kejahatan seorang diri. Contoh terkenal adalah Philip Marlowe karya Raymond Chandler yang mengakui kepada kliennya di novel “The Big Sleep” bahwa dia adalah tipe yang individualis.
Novel

Novel-novel seri Philip Marlowe karya Raymond Chandler, pelopor genre hard-boiled. (Istimewa)

Dialog dari “The Big Sleep”:

“Tolong ceritakan tentang diri Anda, Mr. Marlowe. Saya rasa saya punya hak bertanya, kan?”
“Ya, tapi hanya sedikit yang bisa kukatakan. Saya berumur 33 tahun, pernah kuliah sekali dan masih bisa berbahasa Inggris bila ada yang butuh. Aku pernah bekerja sebagai investigator untuk Jaksa Penuntut Umum, Mr. Wilde, the District Attorney. Saya tidak menikah karena aku tidak suka dengan wanita tipikal istri polisi. Dan saya juga termasuk orang yang sinis.”
“Kau tidak suka bekerja dengan Wilde?”
“Aku dipecat. Karena tidak mau bekerja sama. Aku adalah orang yang tidak mudah diajak kerja sama, Jenderal.”

Perbedaan antara novel detektif hard-boiled dan detektif lainnya:

  • Tokoh detektifnya selalu detektif swasta. Cerita detektif umumnya bisa menampilkan polisi, detektif swasta, detektif amatir, atau ahli forensik.
  • Detektif swasta yang dimaksud adalah private investigator, bukan consulting detective. Tokoh detektifnya juga adalah tipikal tough guy, bukan intelligent guy.
  • Detektif dalam cerita hard-boiled cenderung mendapatkan penganiayaan dan sering semaput, dipukul dari belakang, dikeroyok sampai babak belur, atau disekap.
  • Jangan harap para detektif ini bersahabat dengan polisi. Berbeda dengan cerita detektif umumnya, di mana polisinya datang minta bantuan sang tokoh detektif.
  • Polisi dalam cerita hard-boiled cenderung korup, berbeda dengan polisi pada umumnya yang baik-baik.
  • Bahasa yang digunakan tokohnya sinis, sarkas, satir, skeptis, penuh sumpah serapah dan kasar. Ada unsur seksual di dalamnya.
  • Cerita detektif umumnya pelakunya adalah orang di lingkaran korban, sementara dalam cerita hard-boiled pelakunya terkadang di luar lingkaran korban, seperti anggota gangster yang membenci wanita kulit hitam.
  • Cerita detektif biasanya penuh dengan misteri dan pemecahannya, sedangkan hard-boiled lebih mengedepankan bagaimana keadilan bisa ditegakkan.

Artikel Menarik Lainnya: