Ilustrasi penculikan anak

Ilustrasi kasus penculikan anak perempuan. (Freepik)

ASIA.COM – Selama menjalankan bisnis investigasi, Detektif Jubun dari Aman Sentosa Investigation Agency (ASIA) pernah terlibat penanganan kasus penculikan seorang anak bayi. Tentunya kasus yang berkaitan dengan pidana tersebut menjadi salah satu kasus yang unik lantaran banyak sekali kejanggalannya.

Seperti yang diungkapkan Jubun dalam buku “The Untold Story of Private Investigator”, Jubun sempat mengisahkan kasus yang pernah ia tangani beberapa waktu lalu. Saat itu, Jubun sempat dihubungi seorang pria yang mengatakan bila anaknya yang masih kecil hilang dari dalam rumahnya.

Dihubungi Klien Kasus Penculikan

Detektif Jubun

Sosok detektif swasta Indonesia, Detektif Jubun yang menceritakan tentang kasus penculikan. (SS Youtube/Pekerjaan Indo)

Jubun menceritakan suatu hari ia pernah dihubungi klien-nya, seorang pria yang sudah memiliki seorang anak. Ia mengatakan anaknya hilang telah diculik seseorang saat ia meninggalkannya pada Senin malam jam 18.40 WIB.

“Ia memberikan kesaksian bahwa anaknya diculik seseorang saat berada di tempat tidur ketika ia memeriksanya pada pukul 18.40 WIB Senin malam,” ungkap Jubun dalam bukunya.

Karena hilangnya belum 2×24 jam, klien mengaku tidak bisa melapornya ke pihak berwajib. Sehingga ia menghubungi Detektif Jubun dan timnya untuk melakukan penyelidikan.

Baca Juga: Kisah Penyelidikan Termahal Detektif Jubun: Melacak Jejak Target Kasus Skema Ponzi hingga Negeri Singa

Jubun pun memeriksa kembali kesaksian sang klien. Ia pun menemukan banyak keanehan dalam saksinya. Mulai dari kondisi rumah dan beberapa keanehan lainnya.

Kondisi Rumah yang Serba Terbuka

Ilustrasi rumah

Ilustrasi rumah yang menjadi TKP kasus penculikan anak. (Freepik)

Menurut klien, saat Selasa pagi ia baru pulang kerja seusai lembur, ia kaget mendapat rumahnya dalam keadaan serba terbuka. Jendela terbuka dan pintu tidak terkunci serta beberapa lampu terlihat menyala.

Ia merasa kalau rumahnya terlihat seperti ada penyusup yang masuk ke dalam rumahnya. Lalu ia juga melihat bila anaknya sudah tidak ada dan beberapa barang menghilang.

“Klien mengatakan bahwa ada ponsel yang ikut hilang setelah ia mengecek ulang kondisi seluruh rumah,” katanya.

Jubun dan tim merasa ada keanehan antara penculikan dan kondisi rumah yang terindikasi ada pencurian.

Rekaman CCTV yang Hilang dan Gerak-gerik Pelaku

CCTV

Ilustrasi kamera CCTV. (Freepik)

Jubun dan tim langsung mulai melakukan investigasi dan memeriksa seluruh isi rumah dan kondisi di sekitar rumah. Ia pun menemukan bila rumah klien dilengkapi CCTV, dan langsung memeriksanya.

Baca Juga: Dalam Masa Kampanye Politik, Detektif Jubun Mengaku Sering Diminta Menyelidiki Skandal Politikus Nakal

Anehnya, dari rekaman CCTV yang ditempatkan di dalam rumah tak terlihat ada keanehan. Namun, ada beberapa bagian yang terhapus dan hilang di waktu dini hari.

“Aneh sekali karena dari jam 03.20 sampai 03.45 di rumah tersebut tiba-tiba tidak berfungsi dan setelah 25 menit baru rekaman mulai menhyala kembali,” ungkap Jubun.

Pencarian Jubun tak berhenti pada CCTV di dalam rumah. Ia dan timnya apakah ada CCTV lain di depan rumah yang menghadap jalan. Beruntungnya ada CCTV yang menghadap jalan.

Setelah diperiksa, CCTV ternyata menunjukkan ada pergerakan pelaku yang menuntut anak perempuannya berjalan menuju gang kompleks. Sayangnya wajah dan rupa pelaku tak diketahui karena posisi membelakangi pelaku dan sang anak. Namun diketahui bila target tak membawa barang apa-apa dan tak memakai tas.

Saksi Kunci

Ilustrasi penculikan

Ilustrasi kasus penculikan anak. (Freepik)

Beruntung, dalam rekaman CCTV tersebut, seorang pemuda datang dari arah berlawan dan melihat pelaku dan sang anak tersebut. Pemuda itu ternyata anak dari tetangga sang klien.

Jubun dan sang klien pun langsung mendatangi rumah pemuda tersebut untuk menanyakan apakah ia mengetahui wajah sang pelaku. Di sinilah sebuah fakta mengejutkan terungkap.

“Saksi mulai menceritakan apa yang dia lihat pada saat itu. Ia memberitahu bahwa sosok yang terekam CCTV itu adalah mantan istri dari sang klien yang membawa anaknya,” kata Jubun.

Sang detektif akhirnya bertanya tentang kehidupan pribadi sang klien. Ia pun mengakui bila keduanya telah pisah dengan pertengkaran yang parah, bahkan sempat terjadi perebutan hak asuh sang anak.

Baca Juga: Apakah Profesi Detektif Swasta di Indonesia Sudah Legal? Ini Dia Penjelasannya

Kejanggalan di Kepala Sang Detektif

Detektif Jubun

Sosok Detektif Jubun yang merasakan keanehan dalam kasusnya. (Youtube/Pekerjaan ndo)

Setelah mengetahui pelakunya adalah mantan sang istri, Jubun pun mengungkapkan beberapa kejanggalan. Salah satunya motif dari sang istri yang telah membuat kondisi rumah berantakan

“Karena jika memang mantan istri yang menculik anaknya, lalu buat apa sang istri membuat kehebohan seperti membuka semua jendela rumah? Mengapa ada ponsel klien yang hilang? Di mana saya berasumsi pelaku berusaha membuat kasus ini seperti kasus pencurian?” kata Jubun.

Tak cukup sampai di situ keanehannya, keesokan harinya saat Jubun akan berangkat melacak lokasi mantan istri sang klien. tiba-tiba ia ditelepon oleh klien. Secara tiba-tiba ia meminta Jubun dan tim menghentikan penyelidikan lantaran sang anak sudah kembali kepada sang klien.

Tanpa banyak bertanya lagi, Jubun akhirnya menghentikan penyelidikan karena sang klien meminta kasusnya ditutup.

Kendati sudah berhasil menemukan jejak pelaku dari CCTV serta saksi kunci, namun masih banyak pertanyaan di kepala sang detektif. Salah satunya benarkan apa yang klien katakan saat pertama kali menghubungi Jubun? Benarkah mantan istri yang membuat kondisi rumah seperti itu dan menyamarkan seperti pencurian?

Bagaimana menurutmu tentang kasus ini? (Detektif M)