preloadingpreloadingpreloading
Aktuelle Seite: Halaman Depan > Artikel > Joko dan Edi
News

 Terpercaya !!!

Update terakhir
July 26. 2019 09:46:00 Powered by CMSimple | Login
Sitemap & Print Version

Joko dan Edi

Joko dan Edi sama-sama diterima di sebuah perusahaan distribusi sebagai Salesman setelah lulus. Mereka berdua bekerja keras. Dua tahun kemudian bos mengangkat Edi menjadi Sales Supervisor sedangkan Joko tetap saja menjadi Salesman.

Suatu hari Joko tidak tahan lagi dan mengajukan pengunduran dirinya kepada bos. Alasan Joko perusahaan ini tidak memperhatikan orang yang bekerja keras, hanya orang yang pandai menjilat bos saja yang bisa naik.

Bos tahu bahwa Joko pekerja keras tetapi untuk menyadarkan Joko apa beda dia dengan Edi maka ia memberikan satu tugas kepada Joko. Ia meminta Joko untuk menemukan seorang pedagang semangka di pasar dekat kantor.

Saat Joko kembali. Bos bertanya: “Sudah kamu temukan Jok?” “Sudah pak” jawab Joko. “Berapa harga semangkanya?” tanya Bos. Joko pergi ke pasar lagi untuk menanyakan harga semangka lalu kembali menghadap Bos dan berkata “Rp.1000 per kg pak.”

Bos berkata kepada Joko bahwa sekarang dia akan member perintah yang sama kepada Edi.

Edi ke pasar dan setelah kembali menghadap ke Bos. Edi lapor kepada Bos: “Di pasar hanya ada 1 pedagang semangka, harga semangka Rp.1000 per kg, kalau beli 100 kg hanya Rp.800 per kg-nya, ia mempunyai stok 324 biji, yang 32 dipajang di counternya. Semangka didatangkan dari Indramayu 2 hari yang lalu, warnanya hijau segar dan isinya merah jingga, kualitasnya bagus.”

Joko sangat terkesan dengan laporan Edi dan memutuskan untuk tidak jadi mengundurkan diri tetapi akan belajar lebih banyak dari Edi.

Moral dari cerita ini:
Bekerja lebih keras saja tidak cukup.
 
*Seorang yang lebih sukses meneliti lebih banyak, berpikir lebih banyak dan mengerti lebih dalam.
 

 

 
 
 

 

Pilihan Bahasa